← Semua artikel

Domain .com, .id, atau .co.id: pilih yang mana?

4 menit bacaDitulis oleh tim Bubungan Digital

Setelah nama usaha, pertanyaan berikutnya hampir selalu soal ekornya. Pakai .com yang paling dikenal, .id yang terasa lokal, atau .co.id yang kelihatan resmi? Ketiganya sama-sama bisa dipakai. Bedanya ada di syarat pendaftaran dan kesan yang ditangkap pengunjung.

.com: paling umum, tanpa syarat

Siapa pun bisa mendaftarkan .com tanpa dokumen apa pun. Orang juga sudah terbiasa mengetiknya, jadi alamatnya gampang diingat. Kekurangannya, nama-nama pendek sudah banyak yang terpakai. Kalau nama usaha kamu umum, siap-siap menambah kata seperti nama kota di belakangnya.

.id: identitas Indonesia, syaratnya KTP

Domain .id dikelola PANDI dan hanya bisa didaftarkan oleh warga atau badan usaha Indonesia. Untuk perorangan cukup KTP. Karena lebih baru, pilihan namanya masih lebih longgar dibanding .com, dan kesannya jelas: usaha ini ada di Indonesia.

.co.id: untuk badan usaha, butuh dokumen

Di sinilah .co.id berbeda. Pendaftarannya meminta dokumen usaha, misalnya akta pendirian atau NIB, selain KTP pemiliknya. Justru karena syarat itu, .co.id terasa lebih meyakinkan saat kamu berurusan dengan instansi, ikut tender, atau menjual ke perusahaan lain. Pengunjung tahu ada badan usaha terdaftar di belakangnya.

Instansi, sekolah, dan organisasi punya ekor sendiri

Beberapa ekor domain dikhususkan untuk jenis lembaga tertentu:

  • .go.id untuk instansi pemerintah
  • .sch.id untuk sekolah
  • .ac.id untuk perguruan tinggi
  • .or.id untuk yayasan dan organisasi

Kalau lembaga kamu termasuk salah satunya, pakai ekor yang sesuai. Orang langsung paham jenis lembaganya hanya dari alamat website.

Jadi pilih yang mana?

Harganya tidak jauh berbeda, semuanya di kisaran Rp 150–350 ribu per tahun. Yang lebih penting adalah kecocokannya:

  1. Usaha perorangan atau UMKM yang baru mulai: .com atau .id, pilih yang namanya masih tersedia dan paling pendek.
  2. CV, PT, atau usaha yang sering berurusan dengan instansi: .co.id.
  3. Sekolah, yayasan, dan instansi pemerintah: ekor khusus lembaganya.

Kalau anggaran memungkinkan, amankan juga versi lain dari nama yang sama, lalu arahkan semuanya ke satu website. Dengan begitu nama usaha kamu tidak dipakai orang lain.

Apa pun ekornya, pastikan domain didaftarkan atas nama usaha kamu, bukan atas nama vendor.

Mau angka untuk kasus kamu sendiri?

Ceritakan usaha dan kebutuhannya lewat WhatsApp. Biasanya kami bisa memberi kisaran di hari yang sama, gratis.

Chat WhatsApp

Artikel lain